Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Lebih Dekat Virus Rabies dan Pentingnya Pencegahan

 

 

   Virus rabies adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi dan dapat berakibat fatal pada manusia. Mengetahui tentang virus rabies dan langkah-langkah pencegahan yang tepat sangat penting untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. Virus rabies juga virus yang menyebabkan penyakit rabies pada mamalia, termasuk manusia. Virus ini termasuk dalam keluarga Rhabdoviridae dan genus Lyssavirus. Virus rabies menyebar melalui gigitan atau luka terbuka lainnya yang terpapar air liur hewan yang terinfeksi. Setelah masuk ke tubuh manusia atau hewan lainnya, virus rabies menyebar ke sistem saraf pusat melalui serabut saraf perifer. Virus ini kemudian berkembang di dalam sistem saraf pusat, termasuk otak, dan menyebabkan kerusakan yang serius.


Sekilas tentang Virus Rabies:

   Virus rabies termasuk dalam keluarga Rhabdoviridae dan dapat menyerang sistem saraf pusat manusia. Mamalia, seperti anjing, kucing, rubah, rakun, dan kelelawar, dapat menjadi pembawa virus ini. Penyakit rabies biasanya ditularkan melalui gigitan atau luka terbuka lainnya yang terpapar air liur hewan yang terinfeksi.


Gejala dan Tahapan Rabies:

  Setelah masa inkubasi virus rabies, yang bisa berlangsung antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, gejala penyakit rabies mulai muncul. Gejala ini dapat bervariasi antara individu, tetapi umumnya terjadi dalam dua tahap: tahap prodromal dan tahap akut.

  1. Tahap Prodromal:

  • Gejala umum: Pada awalnya, seseorang mungkin mengalami gejala non-spesifik yang mirip dengan flu atau penyakit umum lainnya, termasuk demam ringan, malaise (rasa tidak enak badan), kelelahan, dan nyeri otot.
  • Gejala neurologis: Setelah itu, gejala yang berkaitan dengan sistem saraf pusat mulai muncul, seperti sakit kepala, kebingungan, gelisah, kecemasan, dan gangguan tidur. Seseorang juga dapat mengalami perubahan mood, kecemasan yang tidak terkendali, atau depresi.
  2. Tahap Akut:
  • Gejala neurologis: Tahap ini ditandai dengan munculnya gejala yang lebih serius, seperti kesulitan menelan (disfagia), gangguan bicara, dan kejang.
  • Gejala hidrofobia: Salah satu gejala khas rabies adalah hidrofobia, yaitu ketakutan yang berlebihan terhadap air atau ketidakmampuan untuk menelan air. Hidrofobia ini disebabkan oleh kontraksi otot yang parah saat mencoba menelan, sehingga penderita merasa takut saat melihat atau mendengar suara air.
  • Paralisis: Pada tahap akhir, gejala paralisis dan kelemahan otot dapat terjadi. Penderita menjadi semakin lemah dan kehilangan kontrol otot, termasuk pada area wajah dan tenggorokan.
  • Kehilangan kesadaran: Akhirnya, penyakit rabies dapat menyebabkan koma dan kematian.

Pencegahan Rabies:

   Pencegahan terhadap rabies melibatkan beberapa langkah penting. Di antaranya adalah vaksinasi hewan peliharaan secara rutin, tindakan pengendalian populasi hewan penular rabies, dan tindakan pemberian vaksin dan imunoglobulin rabies segera setelah terpapar virus pada manusia. Jika seseorang tergigit oleh hewan yang dicurigai mengidap rabies, segera mencari perawatan medis untuk evaluasi dan tindakan yang tepat.

Kesimpulan:

   Virus rabies merupakan penyakit yang serius dan berpotensi fatal. Mengetahui tentang virus ini dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. Vaksinasi hewan peliharaan, pengendalian populasi hewan penular rabies, serta tindakan medis yang cepat setelah terpapar virus menjadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit rabies.


Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code