Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sejarah Berdirinya kerajaan Kutai Martadipura

sumber gambar : https://www.sampoernaacademy.sch.id/

   

Menjadi kerajaan Hindu pertama di Indonesia,  kerajaan Kutai Martadipura berdiri sejak abad ke-4 masehi atau sekitar 400 masehi, kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur  wilayah Muara Kaman yang berjarak sekitar 133km dari Kota Samarinda tepatnya pas di hulu sungai Mahakam yaitu salah satu sungai terbesar yang ada di provinsi kalimantan timur.

Pendiri Kerajaan Kutai

   Ditemukanya sebuah prasasti  yaitu prasasti Yupa oleh ahli mitologi yang mengindentifikasi asal mula nama Kutai dalam bahasa sansekerta dengan di tulis mengunakan huruf pallawa pada prasasti Yupa. Dari prasasti inilah lalu ditemukanya nama Raja Kudungga sebagai pendiri Kerajaan Kutai. Nama Maharaja Kudungga ini ditafsirkan oleh para ahli sejarah sebagai nama asli Indonesia yang belum terpengaruh dengan bahasa India. Sedangkan keturunannya seperti Raja Mulawarman dan Aswawarman diduga memiliki pengaruh besar budaya hindu dari India. Tidak hanya terdapat nama pendiri kerajaan kutai pada prasati yupa juga di temukan nama - nama Raja yang memerintah Kerajaan Kutai setelah Sepeninggal Raja Kudungga. Berikut ada 20 generasi Nama Raja yang tertulis pada Prasasti:

  1. Maharaja Kudungga, bergelar Anumerta Dewawarman (sebagai pendiri)
  2. Maharaja Aswawarman (anak dari Raja Kudungga)
  3. Maharaja Mulawarman (sebagai raja yang terkenal)
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  10. Maharaja Indra Warman Dewa
  11. Maharaja Sangga Warman Dewa
  12. Maharaja Candrawarman
  13. Maharaja Sri Langka Dewa
  14. Maharaja Guna Parana Dewa
  15. Maharaja Wijaya Warman
  16. Maharaja Sri Aji Dewa
  17. Maharaja Mulia Putera
  18. Maharaja Nala Pandita
  19. Maharaja Indra Paruta Dewa
  20. Maharaja Dharma Setia
Dari 20 generasi Raja tersebut Raja Mulawarnan adalah raja yang Paling terkenal Hingga di buat kan prasasti berupa Yupa yaitu prasasti 7 buah Batu yang di ukir. setelah raja Kudungga Meninggal  Kerajaan kutai di Pimpin oleh Aswawarman. Kepemimpinan Aswawarman tidak berlangsung lama dan di gantikan Oleh anaknya Mulawarman Anaknya dan Cucu Kudungga yang membawa masa kejayaan kerajaan Kutai 

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Seperti yang tetulis pada prasasti Yupa masa kejayaan kerajaan kutai ada di saat kepemimpinan Raja Mulawarman dalam Prasasti ditulis Raja Mulawarman mengadakan upacara pengorbanan berupa emas dalam jumlah besar di bagikan kepada rakyatnya dan di jadikan persembaha kepada Dewa. kemudian kejayaan Pemerintahan mulawarman bukan hanya yang tertulis pada prasasti tetapi juga meliputi beberapa aspek yang membuat kerjaan kutai mencapai masa kejayaanya diantaranya aspek sosial, politik, ekonomi dan Agama, berikut Penjelasanya :

1. Aspek sosial
 Adanya golongan terdidik pada kalangan masyarakat yang menguasai bahasa sansekerta dan Huruf pallwa. Golongan tersebut adalah  Brahmana dan Ksatria, untuk Ksatria berasal dari keluargan kerajaan pada pemerintahan Mulawarman. Hal ini dapat di Buktikan dengan adanya upacara pemberkatan bagi seseorang yang memeluk agama Hindu yang mengunakan bahasa sansekerta, bahasa sansekerta sendiri sulit untuk di pelajari dengan ini dapat disimpulkan bahwa para Brahmana mempunyai Ilmu intelektual yang tinggi. 

2. Aspek Politik
  Di masa Kejayaan yang di pimpin oleh raja Mulawarman stabilitas politik begitu sangat terjaga hal ini tertulis pada prasasti yupa bahwa raja Mulawaraman adalah raja yang sangat berkuasa akan tetapi raja Mulawaraman juga Memiliki sifat yang sangat Bijaksana dalam memimpin Rakyatnya.

3. Aspek Ekonomi
  di masa kejayanya ekonomi kerajaan kutai sangat maju, rata-tara masayarakatnya bertani atau bercocok tanam sebagai mata pencaharianya utamanya. Selain itu masayarakatnya juga berdagang berternak terutaman beternak sapi. hal ini di buktikan secara tertulis bahwa raja Mulawarman meberikan persembahan kepada Brahmana berupa 20.000 ekor sapi. majunya perekonomian Kerajaan kutai di Karenakan Letaknya di dekat Sungai Mahakam yang Menjadi jalur perdagangan dari luar Kerajaan, Selain strategis hal ini juga memudahkan para masyarkat untuk Bercocok tanam karena kesuburan tanah yang berdekatan dengan Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai juga menerapkan Sistem hadiah untuk Pedagang dari luar kerajaan yang di berikan kepada raja berupa barang Mahal dan di masa sekarang di sebut Pajak, hal ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Kerajaan.

4. Aspek Agama
  Kerajan Kutai kental dengan keyakinan leluhur, hal ini dibuktikan lewat prasasti Yupa yang berbentuk seperti tugu batu. Prasasti Yupa ini merupakan peninggalan nenek moyang di zaman Megalitikum.  Ada juga punden berundak dan menhir, serta tempat pemujaan yang diberi nama Waprakeswara atau tempat pemujaan dewa Siwa. Karena itulah dapat disimpulkan raja Mulawarman menganut agama Hindu siwa yang bercampur dengan golongan brahmana. Sementara rakyat dibebasan dalam hal memilih agama Hindu dengan berbagai alirannya. Meski begitu, masa kejayaan Kutai pada era pemerintahan raja  Mulawarman tak berlangsung lama setelah meninggal dan Berganti pemimpin hingga akhirnya kerajaan Kutai runtuh.

Peninggalan Kerajaan Kutai
sumber gambar : https://asset-a.grid.id/


Salah satu peninggalan prasasti Yupa yang paling terkenal dari Kerajaan Kutai Martadipura adalah Yupa Raja Mulawarman. Yupa ini merupakan sebuah pilar batu yang ditemukan di Muara Kaman, Kalimantan Timur, pada tahun 1914 oleh seorang peneliti Belanda bernama H.R. Bosscha. Yupa Raja Mulawarman memiliki tinggi sekitar 2,7 meter dan merupakan salah satu prasasti tertinggi di Indonesia.

Yupa Raja Mulawarman berisi inskripsi yang ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini berisi catatan mengenai raja-raja Kutai Martadipura, terutama Raja Mulawarman yang merupakan raja terkenal dari kerajaan ini. Prasasti ini juga mencatat berbagai peristiwa penting, seperti penobatan raja, persembahan kurban, pembangunan kuil, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Yupa Raja Mulawarman memberikan wawasan penting tentang pemerintahan, agama, dan kehidupan sosial pada masa Kerajaan Kutai Martadipura. Selain itu, prasasti ini juga menunjukkan pengaruh budaya Hindu-Buddha yang kuat dalam kerajaan tersebut.

Yupa Raja Mulawarman saat ini disimpan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Peninggalan ini menjadi salah satu bukti nyata tentang kejayaan Kerajaan Kutai Martadipura dan warisan sejarah yang berharga bagi Indonesia. Peninggalan dari Kerajaan Kutai Martadipura antara lain:
  1. Yupa: Yupa adalah peninggalan yang sangat penting dari Kerajaan Kutai Martadipura. Yupa merupakan pilar batu yang digunakan dalam upacara keagamaan, terutama dalam persembahan kurban. Yupa ini berisi prasasti yang berisi inskripsi mengenai penguasa dan peristiwa penting dalam Kerajaan Kutai Martadipura. Salah satu Yupa terkenal yang ditemukan di wilayah ini adalah Yupa Raja Mulawarman.
  2. Prasasti: Prasasti juga menjadi peninggalan yang penting dari Kerajaan Kutai Martadipura. Prasasti-prasasti ini berfungsi sebagai sumber informasi sejarah dan administratif. Beberapa prasasti yang ditemukan di wilayah ini adalah Prasasti Tamba, Prasasti Kedukan Bukit, dan Prasasti Talang Tuwo. Prasasti-prasasti ini memberikan informasi tentang pemerintahan, agama, dan hubungan dengan kerajaan lain.
  3. Arsitektur: Peninggalan arsitektur dari Kerajaan Kutai Martadipura dapat ditemukan dalam bentuk situs candi dan bangunan-bangunan lainnya. Salah satu contohnya adalah Candi Muara Kaman, yang merupakan kompleks candi dengan struktur batu yang menggambarkan gaya arsitektur Hindu-Buddha. Candi ini menjadi bukti adanya praktik keagamaan dan peradaban yang berkembang pada masa Kerajaan Kutai Martadipura.
  4. Artefak Seni: Artefak seni seperti patung-patung, ukiran, dan hiasan-hiasan arsitektur juga ditemukan sebagai peninggalan dari Kerajaan Kutai Martadipura. Artefak seni ini mencerminkan keahlian seniman pada masa itu dan menggambarkan pengaruh budaya Hindu-Buddha dalam seni rupa.
Peninggalan-peninggalan ini memberikan gambaran tentang kebudayaan, agama, dan kehidupan masyarakat dalam Kerajaan Kutai Martadipura. Meskipun beberapa peninggalan tersebut mungkin telah mengalami kerusakan atau hilang seiring berjalannya waktu, mereka tetap menjadi bukti penting tentang kejayaan dan warisan sejarah Kerajaan Kutai Martadipura.

literasi 1 : https://www.gramedia.com/literasi/pendiri-kerajaan-kutai/
literasi 2 :https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/kerajaan-kutai/
literasi 3 :https://dispar.kukarkab.go.id/


Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code