Ad Code

Ticker

6/recent/ticker-posts

Itu Karung Atau Bukan ??!!

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  Hai sahabat story, untuk mengawali cerita pertama dari blog ini aku mau ceritai pengalamanku sendiri yang sampe sekarang masih jadi pertanyaan dalam hidupku. Oke langsung aja ke ceritanya ya 

  Cerita ini berlokasi di Desaku sendiri dan kejadian ini aku alami saat umurku masih 5 tahun, sedikit penjelasan tentang desaku, desaku itu merupakan salah satu desa dari program transmigrasi berdiri tahun 1993 saat itu memiliki sekitar 400 kk terbagi menjadi beberapa jalur dan jarak antara rumah ke rumah lumayan jauh sekitar 50 meter. kebetulan rumahku ada di paling ujung dekat dengan hutan dan masih banyak bintang liar seperti beruang, monyet, babi hutan ataupun gajah Jadi memang masih sangat sepidan satu lagi listrik penerangan belum ada di desaku saat itu.

  Aku adalah seorang anak kecil biasa, sama seperti anak-anak lainnya yang senang bermain petak umpet, kelerang, atau gundu. Tidak ada yang istimewa tentangku. Seperti biasanya, aku bermain dengan teman-temanku sepanjang hari hingga senja. Kemudian, ibuku memanggilku untuk pulang dan mandi. Setelah itu, seperti rutinitas setiap malam, kami makan malam setelah shalat Maghrib. Bapakku memiliki kebiasaan untuk selalu menyertai makan malam dengan kerupuk. Namun, kali ini, kerupuk habis dan ibu harus pergi ke warung untuk membelinya.

  Jarak rumah kami dengan warung cukup jauh. Warung itu merupakan satu-satunya di jalur rumah kami dan terletak sekitar lima rumah dari rumah kami. Jalannya tidak ada penerangan, gelap gulita. Tidak seperti biasanya, ibuku mengajakku pergi ke warung. Biasanya, ibu pergi sendiri ke warung, bahkan saat malam hari. Mungkin karena aku sering meminta untuk ikut, kali ini ibu mengizinkanku. Pada saat itu, kami berdua berangkat ke warung sekitar pukul 7 malam. Itu adalah kali pertama aku keluar rumah di malam hari. Suasanya sangat sepi dan gelap, hanya terdengar suara jangrik dan kunang-kunang yang sering muncul di malam hari. Sebagai seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, aku merasa sangat senang. Selain itu, langit malam itu dipenuhi oleh bintang-bintang yang gemerlap dan bulan yang terang.

  Pada awalnya, kami berjalan melewati rumah pertama hingga ketiga dengan aman dan tanpa kejadian apa pun. Namun, ketika kami sampai di rumah ketiga, di sana ada kanal atau parit yang cukup lebar, dan terdapat juga pohon kelapa yang tinggi. Di sinilah aku mengalami kejadian yang aneh. Mungkin karena aku seorang anak kecil, aku selalu memperhatikan sekitarku, termasuk pohon kelapa tinggi di kanal tersebut. Pohon kelapa terlihat jelas karena sinar bulan yang terang. Pada awalnya, aku hanya melihat batang kelapa, tetapi lama-lama aku melihat ke atas dan melihat sesuatu yang tergantung di salah satu pelepah kelapa. Awalnya, aku mengira itu adalah layangan atau karung. Namun, semakin lama aku memperhatikannya, semakin jelas bahwa itu bukanlah karung, karena mana mungkin karung atau layangan memiliki rambut. Rasa penasaranku semakin memuncak, dan aku memperhatikannya dengan lebih seksama. Memang, itu bukan karung. Terlihat jelas seperti sosok perempuan berambut panjang yang mengenakan baju putih. Pikiranku langsung terbayang tentang kuntilanak. Aku hanya bisa diam dan terus menggandeng ibuku hingga kami sampai di warung.

  Setelah selesai membeli kerupuk, kami kembali berjalan menuju rumah dan melewati jalan yang sama. Karena rasa penasaran masih menghantui hatiku, akhirnya aku melihat lagi ke arah pohon kelapa di dekat kanal tersebut. Saat aku melihat sekali lagi, makhluk itu masih berada di sana tanpa berubah posisi. Jika harus digambarkan, tak seperti dalam film-film di mana kuntilanak melayang. Aku melihatnya sebagai sosok yang tegak seperti orang berdiri, tetapi posisinya di samping pelepah kelapa. Karena penasaran, aku bertanya kepada ibu, "Bu, apa itu yang putih-putih tadi?" Namun, ibu langsung menyuruhku untuk diam. Aku tidak tahu apakah ibu juga melihat atau tidak, mungkin karena takut, jadi ibu memintaku untuk tetap diam. Akhirnya, kami sampai di rumah, dan aku segera bercerita kepada bapak tentang apa yang kulihat, yaitu sosok putih di pohon kelapa. Namun, seperti biasanya, bapak hanya memberikan sedikit tanggapan dan berkata, "Mungkin itu hanya karung yang terikat di atas kelapa."

Hingga saat ini, cerita pengalamanku masih menjadi pertanyaan yang tak terjawab. Apakah itu kuntilanak atau hanya karung? Ketika aku tumbuh remaja, aku kembali ke tempat yang sama untuk memeriksanya, tetapi aku tidak pernah melihat sosok kuntilanak itu lagi.


  

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code